Kebijaksanaan

Saat ini kebanyakan orang tidak mencari kebenaran. Kebanyakan orang belajar hanya untuk memperoleh pengetahuan yang dipergunakan untuk mencari nafkah, mengejar kedudukan, membesarkan keluarga serta menjaga diri mereka sendiri. Itu saja. Bagi mereka, menjadi pintar lebih penting dibanding menjadi bijaksana. Apa itu bijaksana? Narasi dalam bahasa Jawa berikut ini dapat menjadi Read more

Nrima Ing Pandum

Kesusahan (rasa susah), dan sebangsanya, kita semua telah tahu, membuat dan memberikan beban kepada hidup kita, sehingga kita merasa berat, lelah, dan ingin terbebas darinya. Kesenangan (rasa senang), kebahagiaan (rasa bahagia) dan sebangsanya, ternyata juga merupakan beban bagi hidup kita. Mengapa demikian? Karena dengan menikmati atau merasakan rasa bahagia itu Read more

Ati Tuwa

Masalah “ke-tua-an” seseorang tidak di ukur dengan tingkat usia, tetapi di kaitkan dengan “kematangan jiwa” orang yang bersangkutan. “Ati Tuwa” di tandai dengan sifat-sifat menep, mantep dan madhep. Menep artinya tenang, tidak mudah tergoyahkan oleh sembarang pengaruh baik dari dalam maupun dari luar. Mantep artinya manpan mantap , kukuh dan Read more

Pitutur Luhur

Sugih tanpa bandha (kaya tanpa harta). Kata “sugih” pada pitutur luhur ini mengarah pada konsep kekayaan secara batiniah. Ketika seseorang banyak dibutuhkan oleh orang lain, secara batiniah sebenarnya ia sudah menjadi orang kaya. Tatkala kehadiran kita sangat berarti bagi orang lain, pada saat itu kita seharusnya merasa bersyukur atas anugerah Read more

Kepemimpinan

Pemimpin yang baik adalah yang berbudi luhur, waskita, andap asor, jujur, titis ing roso dan berwawasan luas, tidak punya pamrih hanya untuk kepentingannya sendiri, berani hidup sederhana, berani menegakkan kebenaran, bijak dan mrantasi gawe – mampu menuntaskan semua masalah. Karena kebijakan dan tindakannya sesuai dengan semesta dan di atas segalanya, Read more