
Melik, yakuwi pepinginan utawa ambisi. Mula kudu waspada jalaran pepinginan kuwi bisa njlomprongake manungsa dadi titah kang asor. Melik kang ora bisa dikendhaleni bakal ngobong nafsu saengga lali purwaduksina. Lali menawa urip kuwi kawengku ing angger-angger, aturan lan pranatan. Jalaran mburu melik wusana kelalen.
Paragraf dalam Bahasa Jawa di atas, adalah penjelasan tentang ungkapan “Melik Nggendong Lali”. Dijelaskan bahwa melik, keinginan, hasrat atau ambisi untuk memiliki sesuatu memiliki konsekuensi menjerumuskan manusia menjadi makhluk yang hina. Karena ambisi memiliki sesuatu yang tidak terkendali akan membakar hawa nafsu sehingga akan menjadikan dirinya lupa tatanan. Lupa terhadap norma, aturan dan kapatutan. Karena memburu kepemilikan (ambisi) menjadikan lupa segala-galanya.
Masyarakat Jawa umumnya mengetahui pepatah “Melik Nggendong lali” tersebut, karena memang populer. Ada lukisan, lakon wayang, tulisan hingga patung yang bertemakan pepatah pengingat itu. Namun sebagaimana makna pepatah itu sendiri, walaupun mengetahui adanya pepatah “melik nggendong lali” ketika hidup dipenuhi ambisi memiliki sesuatu maka kita bisa lupa ingatan terhadap apa saja, termasuk terhadap makna pepatah ini.
Contoh dari “melik nggendong lali” dapat kita lihat pada diri kita sendiri, misalnya saja ketika berkendara di jalan raya. Ketika memiliki keinginan untuk cepat sampai padahal jalanan macet, lalu kita yang sedang mengendarai sepeda motor naik ke atas trotoar alih-alih mengantri dan menaati aturan lalulintas. Keingingan cepat sampai tujuan dan terhindar dari ketidaknyamanan antri dan mentaati aturan lalulintas membuat kita lupa akan adanya aturan bahwa trotoar adalah tempat pejalan kaki, bukan kendaraan bermotor. Kita jadinya menjadi pengendara yang tidak taat, tidak patut, tidak pantas dan menjadi hina di mata masyarakat.
Contoh lainnya, mudah ditemukan di headline pemberitaan akhir-akhir ini. Panjenengan bisa temukan dan rasakan sendiri siapakah yang cocok dijadikan contoh “melik nggendong lali”.
Tansah Rahayu,
KPAA Karyonagoro
0 Komentar